Monday, June 28, 2021

KONDISI TIDAK MEMPENGARUHI POSISI DALAM TUHAN


"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan." (2 Korintus 8:2)

Tidak sedikit orang yang dengan mudahnya mempersalahkan kondisi atau situasi yang kurang baik yang sedang dihadapinya sebagai sebuah alasan untuk menyerah, alasan untuk tidak bertindak apa-apa, alasan untuk mengasihani diri sendiri bahkan untuk tidak mentaati Firman Tuhan. "Maaf saya tidak bisa, kondisinya sekarang sedang sulit", "harap dimaklumi sekarang kondisinya sedang susah, maaf tidak bisa ambil bagian". Kedua kalimat ini adalah contoh alasan yang umum diutarakan.

Hidup orang percaya bukanlah hidup yang bergantung dengan situasi atau kondisi, melainkan posisi kita di dalam Tuhan Yesus. Kita adalah orang benar, orang kudus, orang hidup karena iman, yang percaya dan memegang janji Tuhan. Salah satu teladan hidup yang seperti ini ditunjukkan oleh jemaat Makedonia. Pada kesempatan kali ini ada dua hal yang dapat kita pelajari dari jemaat Makedonia:

1. Kondisi yang terjadi bukanlah alasan untuk mengasihani diri sendiri.

Baca dan renungkanlah kondisi yang dialami oleh jemaat Makedonia, mereka dicobai dengan berat, mengalami pelbagai penderitaan dan sangat miskin. Namun kondisi tersebut tidak membuat mereka lantas mengasihani diri sendiri, meminta belas kasihan dari orang lain atau menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk bersungut-sungut atau mengeluh kepada Tuhan. Sebaliknya mereka memiliki sukacita yang meluap dan mereka kaya akan kemurahan hati.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang sedang Anda alami sekarang? apakah kondisi yang sulit sama.seperti yang dihadapi oleh jemaat Makedonia? Masing-masing kita memang memiliki pergumulan dan persoalannya sendiri, namun seberat apapun yang kita alami jangan sampai membuat kita jatuh dalam mengasihani diri sendiri.

1 Tesalonika 5:16-18

"Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Sebab seberat apapun kondisi yang kita alami, ada jalan keluar yang Tuhan sediakan bagi kita.

1 Korintus 10:13 (TB)

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

2. Kondisi yang terjadi bukanlah alasan untuk berhenti memberi.

Kondisi yang dalam keadaan menderita, dicobai dengan berat dan sangat miskin, namun Rasul Paulus sendiri bersaksi bagaimana jemaat Makedonia kaya dalam kemurahan hati. Apa buktinya?

2 Korintus 8:3

"Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka."

Sebenarnya bisa saja jemaat Makedonia menjadikan kondisi yang dialaminya sebagai alasan untuk tidak memberi, namun mereka sangat memahami posisi mereka dalam Tuhan sebagai orang percaya yang telah ditebus. Mereka memberi bukan sekedarnya, bukan seadanya, tapi mereka memberi melampaui kemampuan mereka. Ini adalah pemberian dengan standar yang tinggi. Dan yang sangat luar biasa adalah bahwa pemberian tersebut bukan berdasarkan bujukan, desakan bahkan intimidasi dari Rasul Paulus. Justru mereka sendiri yang mendesak untuk memberi.

2 Korintus 8:4-5a

"Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami."

Kuncinya adalah kasih karunia Tuhan yang bekerja dalam jemaat Makedonia, kasih karunia yang sama yang juga bekerja dalam hidup kita. Jangan tenggelam dalam mengasihani diri sendiri, apapu kondisi yang kita alami, ingatlah posisi kita dalam Tuhan. Maranatha! (DL) 

https://www.hmministry.id/

    

Sunday, June 20, 2021

JOBS


Pengkhotbah 9:10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. 

Jika hari ini Anda baru mendapat pekerjaan atau sedang bekerja, kerjakan tugas pekerjaan Anda dengan semangat tinggi. Karena inilah kesempatan Anda untuk berkarya bagi diri Anda, Keluarga dan Tuhan. 
Tetapi ingat !! Pada Yeremia 17:5, “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” 

Ada seseorang yang memiliki pekerjaan mengesankan. Hasil dari jerih payahnya bisa di lihat dari segala yang dimilikinya. Mulai dari rumah, mobil mewah, atau liburan ke luar negeri. 

Kemudian ada seseorang yang bertanya mengenai kunci kesuksesannya, dan ia berkata, "Setiap kesuksesan yang telah kuraih ini berasal dari jerih payahku." 

Tentu nya, jawaban diatasnya tidak salah dan sangat logis. Mengingat tanpa kerja keras, dirinya tidak akan bisa berada pada titik ini. Ia juga meneruskan cerita jerih payahnya, mengingat ia berasal dari latar belakang sederhana. 
Kemudian salah seorang temannya bertanya, "Bukannya semuanya berasal dari Tuhan?” 

Ketika kita menjadi pribadi yang mengandalkan diri sendiri dan merasa bahwa apa yang kita miliki ini memang berasal dari susah payah diri sendiri, maka sama saja seperti kita sedang menjauhkan diri dari Tuhan. Kita jadi tamak dan merasa kalau segala hal yang kita miliki tidak akan pernah cukup. 
Saat kita berkata bahwa kesuksesan berasal dari jerih payah kita, cobalah untuk kembali merenungkan setiap kesempatan yang harus kita hadapi untuk mencapai kesuksesan tersebut. 
Kesempatan ini datang dari Tuhan, kemudian jerih payah kita menjadikan kesuksesan tersebut semakin nyata. 

Amsal 10:22, “Bekat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” 
Saat berada dalam kesuksesan, kita harus berhadapan dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi. Setiap keputusan dan kesempatan bisa membawa kita dalam kesuksesan sekaligus kegagalan.

Inilah kenapa kita harus terus merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ketika kita menyerahkan diri pada Tuhan, dalam kebenarannya, maka Tuhan akan memakai kita untuk kemulianNya. Tuhan telah menyediakan kita ladang untuk kita tuai. Kini, tugas kita adalah untuk menanam segala hal yang baik dan terus berada dalam kehendakNya.
    

Saturday, June 12, 2021

Keragaman untuk Penuaian

"Bhineka Tunggal Ika." Semboyan ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam agama, bahasa dan suku bangsa. Namun, keberagaman itu tidak berarti menutup kemungkinan untuk bekerja bersama-sama. Paulus memakai keragaman ini melalui kesatuan tubuh dengan banyak anggota, untuk menggambarkan kesatuan gereja Kristus.

Diakui bahwa tubuh kita terdiri dari bagian-bagian yang unik, khas, berbeda bentuk dan fungsinya (ayat 18). Peranan dan fungsi masing-masing anggota tubuh itu baru bisa dirasakan apabila ditempatkan dalam kesatuan tubuh. Di luar kesatuan itu masing- masing anggota tidak bisa berfungsi dan berperan sebagaimana mereka dibentuk. Kesatuan tubuh itu sedemikian solidnya sampai- sampai ketika gigi kita yang berlubang terasa nyeri maka kepala kita juga ikut pusing dan, pada akhirnya, seluruh anggota tubuh terganggu aktivitasnya (ayat 26)

Kiasan ini sebenarnya merupakan adaptasi Paulus dari kuil Asklepius di Korintus. Dalam kuil tersebut terdapat banyak sekali anggota- anggota tubuh -- secara terpisah. Paulus ingin menekankan kepada jemaat tentang kesatuan tubuh Kristus. Jemaat Kristen di Korintus adalah gambaran tentang keadaan tubuh Kristus yang sebenarnya. Melalui penjelasan tersebut Paulus mengarahkan bagaimana jemaat Tuhan seharusnya hidup.

Ada orang-orang yang diberikan fungsi khusus dalam rangka kesatuan jemaat. Tetapi tidak dapat dikatakan bahwa karunia yang satu lebih bernilai dibandingkan karunia lainnya, meskipun satu sama lainnya berbeda. Tetapi, Paulus mengingatkan bahwa mereka bisa berfungsi sebagai tubuh Kristus hanya bila mereka menyadari kebergantungan dan kesatuan dengan bagian tubuh lainnya.

Renungkan: Manfaatkanlah karunia-karunia khusus yang dianugerahkan oleh Kristus dalam kerjasama yang baik karena Dia yang kita layani. 

    

Friday, June 11, 2021

Pekerjaan Anda adalah Karunia Tuhan

Tak dapat dibayangkan betapa membosankan hidup ini, apabila berada di antara manusia-manusia yang tak berkarya alias malas! Sifat malas ini mengakibatkan pikiran menjadi sempit, mudah tersinggung dan emosional. Bila diperhatikan dengan saksama, berbagai bentuk keonaran dan kerusuhan yang sering terjadi, kebanyakan melibatkan manusia-manusia yang tak bekerja! Kemiskinan bukan saja menjadi bagian hidup orang yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga sebagai akibat orang yang malas bekerja. Kehidupan yang mapan sejahtera tidak hadir begitu saja, tetapi diusahakan dan dikelola dengan bijaksana.

Hal-hal yang dibenci Tuhan. Menurut Anda, hal-hal apa sajakah yang merupakan dosa "kebencian" di mata Tuhan? Sesuaikah anggapan Anda tersebut dengan daftar dosa yang dibenci Tuhan menurut penulis Amsal dalam ayat 12-19? Adakah hal-hal tersebut yang Anda anggap lumrah, ringan dan biasa-biasa saja? Hal-hal yang dipaparkan Amsal sebagai perkara yang dibenci Tuhan, selain menghancurkan hubungan dengan sesama, juga akan merugikan sesama.

Renungkan: Begitu banyak perkara yang dilakukan oleh manusia, yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan itu sangat dibenci oleh Tuhan. 

    

Thursday, June 10, 2021

Taat Melakukan Kehendak Nya

Daud percaya bahwa Allah menyelamatkan dia karena ia adalah orang benar. Hidupnya seturut dengan hukum Tuhan. Dua kali dia mengulang pernyataan bahwa "Tuhan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku" (ayat 21, 25). Pernyataan Daud mungkin mengherankan bagi kita, yang sering berpikir bahwa tindakan Allah semata-mata terjadi karena anugerah-Nya dan tidak bergantung pada tindakan manusia. Namun Daud tidak salah. Allah, yang telah mengadakan perjanjian dengan Israel, berulang-ulang menekankan bahwa jika umat-Nya taat pada perjanjian-Nya maka Ia akan memberkati mereka. Sebaliknya jika umat tidak taat maka Ia akan menghukum mereka (band. Im. 26; Ul. 28). Pemazmur percaya bahwa Allah akan setia pada umat yang setia pada Dia (ayat 26-27). Kesetiaan Allah pada Daud dinyatakan dengan pemberian kuasa yang besar, sampai bangsa-bangsa pun takluk kepada dia (ayat 44-46). Anugerah Allah bekerja dalam hidup orang beriman sehingga terjadi proses pembentukan hidup yang ajaib (ayat 31-43). Allah akan merespons dengan berbagai tindakan ajaib yang membuat hidup orang beriman jadi makin serasi dengan kemurahan Allah. 

Ketaatan dan anugerah merupakan dua hal yang sangat penting dalam ajaran firman Tuhan. Allah akan merespons dengan anugerah yang berlimpah ketika kita taat dan melakukan kewajiban kita kepada-Nya. Anugerah dan ketaatan tidak bertolak belakang, melainkan bagai dua sisi dari satu keping uang. Karena itu Paulus dapat berkata "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang .... Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku" (ayat 1Kor. 15:10). Paulus melihat bahwa keberadaan dirinya semata-mata karena anugerah Allah yang direspons dengan benar. 

Apakah kita mendambakan tindakan baik Allah? Marilah kita memintanya kepada Tuhan. Namun jangan lupa bahwa kita perlu taat melakukan segala perintah-Nya.