Monday, February 26, 2024

Bangun dari tidur

Roma 13:11-14 (TB) Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 
Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Waktu keselamatan bagi orang percaya sudah semakin dekat. 
Kedatangan Tuhan Sudah dekat.

GEREJA HARUS BANGUN artinya:
Gereja harus waspada dan berjaga-jaga
Gereja harus tampil bekerja dan berkarya (JADI TERANG)

Efesus 5:14 (TB) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Ini yang Tuhan mau hari-hari ini yaitu menjadi terang

Roma 13:12 (TB) Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Apa yang harus kita lakukan agar kita bangun dari tidur ?

1. TANGGALKAN PERBUATAN-PERBUATAN KEGELAPAN

Roma 13:13 (TB) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan Iri hati.

PESTA PORA, KEMABUKAN, PERCABULAN.
Lukas 21:34 (TB) "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

HAWA NAFSU, PERSELISIHAN, IRI HATI
Yakobus 4:1-3 (TB) Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

ORANG YANG HIDUP DALAM HAWA NAFSU, PERSELISIHAN DAN IRI HATI ADALAH ORANG YANG DUNIAWI, BUKAN ROHANI.
1 Korintus 3:3 (TB) Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

2. KENAKAN PERLENGKAPAN SENJATA TERANG, YAITU YESUS  

Roma 13:14 (TB) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

PEPERANGAN SEDANG TERJADI.
1 Petrus 5:8 (TB) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

TUHAN YESUS (TERANG) ADALAH SENJATA YANG HARUS DIKENAKAN DALAM HIDUP KITA
“DIKENAKAN” artinya melekat dengan tubuh; sehati dengan Kristus yang adalah perlengkapan senjata terang.
Apapun yang dilakukan adalah di dalam nama Tuhan Yesus.
Kolose 3:17 (TB) Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Hidup memancarkan terang Tuhan.

KETIKA MENGENAKAN SENJATA TERANG MAKA KITA AKAN TERLINDUNGI DAN MENGALAMI KEMENANGAN DALAM HIDUP INI

Kesimpulannya

BANGUN DARI TIDUR,
TANGGALKAN PERBUATAN-PERBUATAN KEGELAPAN, DAN
KENAKAN SENJATA TERANG YAITU TUHAN YESUS KRISTUS.

Saturday, February 10, 2024

Menjadi Murid Tuhan Yesus

Tahun 2024 adalah Tahun untuk Bangkit jadi Teranglah, untuk menjadi terang maka kita harus menjadi murid. Sesuai dengan Firman Tuhan, kita yang di panggil adalah murid oleh sebab itu kita juga harus memuridkan semua bangsa.

Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Hanya seorang murid yang siap masuk melalui pintu yang sempit menuju ke kehidupan kekal.
Matius 7:13-14 (TB) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Untuk menjadi murid harus berjuang bukan bersantai-santai tetapi  berjuang menjadi seperti Yesus.

Ada 3 Syarat jadi murid

1. Mengasihi Tuhan Yesus lebih dari segalanya.
Lukas 14:26 (TB) "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Matius 10:37 (TB) Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Di Lukas 14:26 yang maksud membenci adalah mengasihi seperti dalam Matius 10:37. Jadi maksud nya adalah kita harus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.

2. Memikul salib setiap hari
Lukas 14:27 (TB) Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Sebagai seorang murid mereka harus rela menanggung beban yang sangat berat.

3. Melepaskan segala miliknya, 
Lukas 14:33 (TB) Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
1 Korintus 7:29-31 (TB) Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

Sebagai kita tidak  boleh terikat akan segala yang ada di dunia ini karena dunia akan berlalu/ tidak kekal.

Saturday, June 11, 2022

Hidup di penuhi Roh Kudus


Kisah Para Rasul 2:4  Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Murid di baptis Roh Kudus dan tanda awalnya berbahasa-bahasa lain.
Baptis Roh Kudus hanya 1 kali tetapi kepenuhan Roh Kudus bisa berkali-kali.
Sebagai orang percaya/murid, kita harus penuh Roh Kudus.

Efesus 5:18  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Mengapa kita harus penuh Roh Kudus.

1. Memberitakan Firman Tuhan
Kisah Para Rasul 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Masa itu murid mengalami tekanan dan intimidasi
Kisah Para Rasul 4:29  Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Kita tahu setelah murid-murid di penuhi oleh Roh Kudus, para murid memiliki keberanian memberitakan Firman Tuhan, maka kira-kira 3000 orang bertobat dan di baptis.

2. Hidup kita di pimpin Roh Kudus
Yohanes 16:13  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Galatia 5:24-25  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 

Yakobus 3:6-8  Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. 
Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Monday, June 28, 2021

KONDISI TIDAK MEMPENGARUHI POSISI DALAM TUHAN


"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan." (2 Korintus 8:2)

Tidak sedikit orang yang dengan mudahnya mempersalahkan kondisi atau situasi yang kurang baik yang sedang dihadapinya sebagai sebuah alasan untuk menyerah, alasan untuk tidak bertindak apa-apa, alasan untuk mengasihani diri sendiri bahkan untuk tidak mentaati Firman Tuhan. "Maaf saya tidak bisa, kondisinya sekarang sedang sulit", "harap dimaklumi sekarang kondisinya sedang susah, maaf tidak bisa ambil bagian". Kedua kalimat ini adalah contoh alasan yang umum diutarakan.

Hidup orang percaya bukanlah hidup yang bergantung dengan situasi atau kondisi, melainkan posisi kita di dalam Tuhan Yesus. Kita adalah orang benar, orang kudus, orang hidup karena iman, yang percaya dan memegang janji Tuhan. Salah satu teladan hidup yang seperti ini ditunjukkan oleh jemaat Makedonia. Pada kesempatan kali ini ada dua hal yang dapat kita pelajari dari jemaat Makedonia:

1. Kondisi yang terjadi bukanlah alasan untuk mengasihani diri sendiri.

Baca dan renungkanlah kondisi yang dialami oleh jemaat Makedonia, mereka dicobai dengan berat, mengalami pelbagai penderitaan dan sangat miskin. Namun kondisi tersebut tidak membuat mereka lantas mengasihani diri sendiri, meminta belas kasihan dari orang lain atau menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk bersungut-sungut atau mengeluh kepada Tuhan. Sebaliknya mereka memiliki sukacita yang meluap dan mereka kaya akan kemurahan hati.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang sedang Anda alami sekarang? apakah kondisi yang sulit sama.seperti yang dihadapi oleh jemaat Makedonia? Masing-masing kita memang memiliki pergumulan dan persoalannya sendiri, namun seberat apapun yang kita alami jangan sampai membuat kita jatuh dalam mengasihani diri sendiri.

1 Tesalonika 5:16-18

"Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Sebab seberat apapun kondisi yang kita alami, ada jalan keluar yang Tuhan sediakan bagi kita.

1 Korintus 10:13 (TB)

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

2. Kondisi yang terjadi bukanlah alasan untuk berhenti memberi.

Kondisi yang dalam keadaan menderita, dicobai dengan berat dan sangat miskin, namun Rasul Paulus sendiri bersaksi bagaimana jemaat Makedonia kaya dalam kemurahan hati. Apa buktinya?

2 Korintus 8:3

"Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka."

Sebenarnya bisa saja jemaat Makedonia menjadikan kondisi yang dialaminya sebagai alasan untuk tidak memberi, namun mereka sangat memahami posisi mereka dalam Tuhan sebagai orang percaya yang telah ditebus. Mereka memberi bukan sekedarnya, bukan seadanya, tapi mereka memberi melampaui kemampuan mereka. Ini adalah pemberian dengan standar yang tinggi. Dan yang sangat luar biasa adalah bahwa pemberian tersebut bukan berdasarkan bujukan, desakan bahkan intimidasi dari Rasul Paulus. Justru mereka sendiri yang mendesak untuk memberi.

2 Korintus 8:4-5a

"Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami."

Kuncinya adalah kasih karunia Tuhan yang bekerja dalam jemaat Makedonia, kasih karunia yang sama yang juga bekerja dalam hidup kita. Jangan tenggelam dalam mengasihani diri sendiri, apapu kondisi yang kita alami, ingatlah posisi kita dalam Tuhan. Maranatha! (DL) 

https://www.hmministry.id/

    

Sunday, June 20, 2021

JOBS


Pengkhotbah 9:10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. 

Jika hari ini Anda baru mendapat pekerjaan atau sedang bekerja, kerjakan tugas pekerjaan Anda dengan semangat tinggi. Karena inilah kesempatan Anda untuk berkarya bagi diri Anda, Keluarga dan Tuhan. 
Tetapi ingat !! Pada Yeremia 17:5, “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” 

Ada seseorang yang memiliki pekerjaan mengesankan. Hasil dari jerih payahnya bisa di lihat dari segala yang dimilikinya. Mulai dari rumah, mobil mewah, atau liburan ke luar negeri. 

Kemudian ada seseorang yang bertanya mengenai kunci kesuksesannya, dan ia berkata, "Setiap kesuksesan yang telah kuraih ini berasal dari jerih payahku." 

Tentu nya, jawaban diatasnya tidak salah dan sangat logis. Mengingat tanpa kerja keras, dirinya tidak akan bisa berada pada titik ini. Ia juga meneruskan cerita jerih payahnya, mengingat ia berasal dari latar belakang sederhana. 
Kemudian salah seorang temannya bertanya, "Bukannya semuanya berasal dari Tuhan?” 

Ketika kita menjadi pribadi yang mengandalkan diri sendiri dan merasa bahwa apa yang kita miliki ini memang berasal dari susah payah diri sendiri, maka sama saja seperti kita sedang menjauhkan diri dari Tuhan. Kita jadi tamak dan merasa kalau segala hal yang kita miliki tidak akan pernah cukup. 
Saat kita berkata bahwa kesuksesan berasal dari jerih payah kita, cobalah untuk kembali merenungkan setiap kesempatan yang harus kita hadapi untuk mencapai kesuksesan tersebut. 
Kesempatan ini datang dari Tuhan, kemudian jerih payah kita menjadikan kesuksesan tersebut semakin nyata. 

Amsal 10:22, “Bekat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” 
Saat berada dalam kesuksesan, kita harus berhadapan dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi. Setiap keputusan dan kesempatan bisa membawa kita dalam kesuksesan sekaligus kegagalan.

Inilah kenapa kita harus terus merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ketika kita menyerahkan diri pada Tuhan, dalam kebenarannya, maka Tuhan akan memakai kita untuk kemulianNya. Tuhan telah menyediakan kita ladang untuk kita tuai. Kini, tugas kita adalah untuk menanam segala hal yang baik dan terus berada dalam kehendakNya.