Strategi Pemenangan di Medan Perang Akhir Zaman.
Medan Perang Semakin Sengit, ya hari-hari ini adalah hari-hari menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Suasana dunia semakin gelap, dan peperangan rohani semakin nyata. Iblis berusaha keras membuat prajurit Kristus lengah, terluka, atau bahkan meninggalkan medan perang. Sebagai prajurit yang baik, kita harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangkan peperangan, bukan hanya bertahan hidup.
Ada Tiga Kunci Kemenangan bagi seorang Prajurit
1. Waspada: Berjaga-jaga dalam Doa (Efesus 6:18)
Seorang prajurit yang lengah akan menjadi sasaran empuk musuh. Tuhan Yesus memperingatkan: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan" (Matius 26:41). Berjaga-jaga berarti peka terhadap taktik musuh dan peka terhadap pimpinan Komandan. Di masa akhir ini, doa bukan hanya rutinitas, tapi adalah radar kita untuk mendeteksi bahaya.
2. Perlengkapan: Kenakan Perlengkapan Senjata Allah (Efesus 6:11-17)
Paulus memerintahkan kita untuk "kenakan" (secara aktif dan sadar) seluruh perlengkapan senjata Allah. Perhatikan, kita tidak bisa memilih senjata yang kita suka. Kita perlu seluruhnya:
· Ikat pinggang kebenaran: Hidup dalam kebenaran kudus.
· Baju zirah keadilan: Hati yang dibenarkan oleh iman dan hidup benar.
· Kerelaan memberitakan Injil: Misi adalah identitas kita.
· Perisai iman: Untuk menangkis segala panah api dari si jahat (keraguan, ketakutan, pencobaan).
· Ketopong keselamatan: Kepastian keselamatan yang melindungi pikiran kita.
· Pedang Roh: Firman Allah, satu-satunya senjata ofensif untuk merobohkan benteng-benteng dosa.
Tanpa perlengkapan ini, kita telanjang di medan perang.
3. Fokus: Tidak Memusingkan Soal Penghidupan (Matius 6:31-34 & 2 Timotius 2:4)
Inilah salah satu taktik musuh terbesar: mengalihkan fokus prajurit dengan urusan duniawi. "Makan apakah kami? Minum apakah kami? Pakai apakah kami?" (Mat 6:31). Pertanyaan-pertanyaan ini memang penting, tetapi jika menjadi pusat kekuatiran, kita akan lumpuh secara rohani.
Seperti dalam 2 Timotius 2:4, prajurit tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupan agar ia berkenan kepada komandannya. Bukan berarti kita tidak bekerja atau tidak bertanggung jawab. Artinya, kita tidak boleh terbelenggu oleh kekuatiran duniawi sehingga misi Kerajaan Allah terabaikan.
Ingat janji Tuhan dalam Matius 6:33 adalah solusinya: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Ketika kita fokus pada misi (Amanat Agung), Komandan kita (Yesus) menjamin logistik dan kebutuhan hidup kita.
Prajurit yang Menuntaskan Amanat Agung
Kita adalah generasi yang hidup di "masa-masa akhir". Ini bukan waktu untuk bersantai atau mundur. Inilah saatnya kita membuktikan diri sebagai prajurit sejati: siap menderita, berjaga-jaga, bersenjata lengkap, dan tidak terikat oleh hal-hal duniawi. Mari kita tuntaskan Amanat Agung yang dipercayakan Sang Komandan kepada kita, sampai kita mendengar kata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia... masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
Refleksi diri:
1. Hal duniawi apa yang paling sering membuat saya "pusing" dan kehilangan fokus pada Amanat Agung?
2. Dari perlengkapan senjata Allah di Efesus 6, bagian mana yang paling lemah dalam hidup saya saat ini?
Tuhan Yesus memberkati.
* Sumber :
Khotbah Gembala GBI Salemba, 22 Pebruari 2026
Pdt. David Natanael.