Monday, July 28, 2025
Sunday, July 27, 2025
Hidup Mencintai Firman Tuhan
Tuesday, July 22, 2025
BERTOBAT DAN HASILKAN BUAH PERTOBATAN
Pertobatan adalah proses spiritual yang melibatkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan atau dosa yang telah dilakukan, disertai dengan niat dan usaha untuk berubah menjadi lebih baik dan tidak mengulanginya lagi. Pertobatan juga bisa berarti berbalik dari jalan yang salah dan kembali kepada Tuhan atau nilai-nilai yang lebih baik.
“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” – Matius 3:8 (TB)
Pertobatan Bukan Sekadar Kata-kata
Dalam kehidupan rohani, kata “bertobat” sering kita dengar. Namun, apakah kita sungguh-sungguh mengerti arti sejati dari pertobatan itu? Banyak orang mengira bahwa pertobatan hanya sebatas pengakuan dosa di hadapan Tuhan. Padahal, pertobatan sejati jauh lebih dalam — ia adalah perubahan total dalam hati, pikiran, dan tindakan.
Yohanes Pembaptis menyampaikan pesan yang keras namun penting: "Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Pesan ini ditujukan kepada orang-orang Farisi dan Saduki, kelompok yang secara lahiriah tampak rohani, namun hatinya jauh dari Tuhan.
Apa Itu Buah Pertobatan?
Buah pertobatan adalah bukti nyata dari perubahan hidup seseorang setelah ia bertobat. Ini bukan hanya perubahan luar, tetapi transformasi dari dalam yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa tanda buah pertobatan:
1. Perubahan Cara Hidup
Orang yang dulunya suka berdusta, kini memilih berkata benar. Yang dulu suka membenci, sekarang belajar mengasihi. Pertobatan sejati mengubah arah hidup dari dosa kepada kebenaran.
2. Ketaatan kepada Firman Tuhan
Pertobatan sejati ditandai dengan hati yang mau taat. Tidak lagi hidup menurut kehendak sendiri, tetapi mencari kehendak Tuhan setiap hari.
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” – Yohanes 14:15
3. Hidup yang Memberi Dampak
Pertobatan sejati tidak egois. Orang yang sudah bertobat akan membawa terang bagi sekelilingnya. Mereka menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.
Contoh Nyata: Zakeus
Zakeus, pemungut cukai yang terkenal karena kelicikannya, mengalami pertobatan ketika bertemu Yesus. Dia tidak hanya mengaku bersalah, tapi mengembalikan harta yang diambilnya dan bahkan memberi lebih.
“Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” – Lukas 19:8
Inilah buah pertobatan:
perubahan karakter, hati yang murah hati, dan tindakan nyata.
Waspadai Pertobatan yang Hampa
Yesus pernah menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah (Lukas 13:6-9). Pohon itu hidup, namun tidak menghasilkan buah. Ini adalah gambaran orang yang tampak rohani, tetapi tidak mengalami perubahan sejati. Tuhan mencari buah dalam hidup kita, bukan sekadar penampilan rohani atau kata-kata manis.
Kesimpulan: Bertobatlah dengan Sungguh-sungguh
Pertobatan sejati adalah awal dari hidup yang baru. Namun, jangan berhenti hanya sampai mengaku salah. Mulailah menghasilkan buah — dalam pikiran, perkataan, dan tindakan kita setiap hari. Tuhan rindu melihat pertumbuhan dan perubahan nyata dalam hidup anak-anak-Nya.
Hari ini, mari kita evaluasi:
Apakah ada buah pertobatan dalam hidupku?
Apakah orang lain bisa melihat perubahan nyata sejak aku mengikut Kristus?
Pdm. Yesaya Cahyadi.
*Di kutip dari beberapa sumber
Friday, July 18, 2025
CARA HIDUP MENDATANGKAN REVIVAL
Bagaimana caranya hidup yang mendatangkan Revival ? Kita bisa belajar dari jemaat mula-mula dalam, Kisah Para Rasul 2:41-47 (TB)
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Dari ayat ini, Revival terjadi ketika kita :
1. Bertobat dan menghasilkan buah pertobatan.Revival hanya akan bertahan jika disertai pertobatan yang sejati karena Tuhan tidak mencurahkan Roh-Nya kepada hati yang terus mencintai dosa. Yesaya 59:1–2 – “...dosa-dosamulah yang membuat Dia menyembunyikan diri sehingga Ia tidak mendengar.”
Revival bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tapi dibagikan. Kita dipanggil menjadi terang di tengah dunia yang gelap. Matius 5:16 – “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang…”
2. Hidup mencintai Firman Tuhan.Hidup yang mencintai Firman Tuhan adalah hidup yang menempatkan kebenaran Allah sebagai kompas utama dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika kita mencintai Firman, kita tidak hanya membacanya, tetapi juga merenungkannya, mempraktikkannya, dan menjadikannya bagian dari hidup kita. Mazmur 119:105 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
3. Hidup suka memuji Tuhan dan Berdoa bersama dalam kesatuan.
Hidup orang percaya seharusnya dipenuhi dengan pujian dan doa, karena itulah nafas rohani kita. Seperti tubuh membutuhkan oksigen, jiwa kita pun butuh hubungan intim dengan Tuhan melalui pujian dan doa apalagi di lakukan bersama-sama, sejak gereja mula-mula, kehidupan rohani umat Tuhan ditandai oleh kebersamaan dalam pujian dan doa, dalam kebersamaan, Tuhan hadir secara khusus dan membangun umat-Nya.
4. Suka memberi.
Dampak dari orang percaya yang suka memberi sangat besar, baik secara rohani, sosial, maupun kerajaan Allah. Matius 5:16 – "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Hidup yang mengalami revival bukanlah hidup yang sempurna, tapi hidup yang terus bergerak menuju Kristus, terus diubahkan, dan terus dipakai menjadi terang di tengah kegelapan.
Monday, July 14, 2025
HIDUP DI PIMPIN ROH KUDUS
“Karena semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah.” Roma 8:14 (TB)
Pendahuluan
Dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus bukan hanya sekadar simbol atau kuasa yang bekerja saat ibadah. Roh Kudus adalah pribadi Allah yang tinggal di dalam hati orang percaya, membimbing, menuntun, dan memampukan mereka untuk hidup sesuai kehendak Allah. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah tanda kedewasaan rohani dan bukti bahwa seseorang sungguh-sungguh hidup sebagai anak Allah.
1. Siapa Roh Kudus Itu?
Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Dalam Yohanes 14:16-17, Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Penolong dan Roh Kebenaran yang tinggal bersama dan di dalam orang percaya.
Kehadiran-Nya memberikan tuntunan, penghiburan, dan kekuatan ilahi.
2. Tanda Hidup yang Dipimpin oleh Roh Kudus
Ada beberapa ciri khas kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus:
- Dipimpin dalam kebenaran dan menjauhi dosa. Galatia 5:16 – "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." Roh Kudus menolong kita untuk melawan godaan dunia dan hidup dalam kekudusan.
- Menghasilkan buah Roh. Galatia 5:22-23 menyebutkan buah Roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, dan lain-lain. Buah ini akan tampak dalam karakter dan perilaku sehari-hari.
- Peka terhadap suara Tuhan. Yohanes 10:27 – “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Roh Kudus berbicara melalui firman, hati nurani yang dijamah, dan situasi hidup.
- Hidup dalam ketaatan dan iman. Kisah Para Rasul penuh dengan teladan para murid yang melangkah dengan keberanian karena mereka dipimpin Roh Kudus, seperti Filipus yang dibimbing mendekati sida-sida Etiopia (Kis. 8:29).
3. Mengapa Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus Sangat Penting?
- Karena kekuatan manusia terbatas. Kita tidak mampu hidup sesuai kehendak Allah hanya dengan kekuatan sendiri (Roma 7:18).
- Roh Kudus memberi kekuatan dan hikmat dari atas. Karena dunia menawarkan banyak jalan yang menyesatkan. Roh Kudus menolong kita membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan.
- Karena hanya Roh Kudus yang bisa mengubahkan hati, Hidup yang sejati dimulai dari hati yang diperbarui oleh Roh Kudus (Yeh. 36:26-27).
4. Bagaimana Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus?
Menjalin hubungan pribadi dengan Allah melalui doa, penyembahan, dan pembacaan Firman setiap hari.
Belajar taat pada dorongan Roh walau kadang tidak sesuai logika manusia.
Mematikan keinginan daging dan menolak hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran.
Melibatkan Roh Kudus dalam setiap keputusan — baik besar maupun kecil.
Kesimpulan
Hidup dipimpin oleh Roh Kudus bukan hanya untuk hamba Tuhan atau pemimpin gereja saja, tapi panggilan untuk semua orang percaya. Dunia sedang membutuhkan umat Tuhan yang berjalan dalam hikmat, kuasa, dan kasih sejati, yang hanya mungkin terwujud bila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Mari buka hati kita dan izinkan Roh Kudus memimpin setiap aspek kehidupan kita, agar hidup kita memuliakan Allah dan membawa dampak bagi dunia.
Wednesday, May 28, 2025
Declare And Display Christ Together
Visi dari pada Gereja Kita adalah Tahun 2033 Setiap orang (everyone) akan mendapat kesempatan untuk berjumpa secara autentik dengan Tuhan Yesus melalui kuasa dan hadirat Roh Kudus.
untuk mencapai target maka setiap kita harus siap untuk menjadi saksi. untuk mencapai target tersebut maka kita harus Menyatakan/memberitakan dan Menampilkan Kristus.
Declare and Display Christ.
Declare Christ atau mendeklarasikan/memberitakan Tuhan Yesus adalah aspek utama dari iman Kristen dengan cara memberitakan: siapa pribadi Yesus Kristus, kasih-Nya, anugerah-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada seluruh umat manusia (everyone).
Display Christ atau menampilkan Kristus, artinya mewujudkan sifat-sifat-Nya, karakter-Nya dan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari lewat gaya hidup kita. Menjadi garam dan terang, hidup yang berprestasi, hidup yang berbuah, hidup yang menjadi berkat. Dengan cara ini, maka kita akan disebut murid Kristus dan mereka yang melihat kita akan memuliakan Bapa yang di surga.
Sering kali setiap kita terjebak hanya pada satu sisi: hanya menampilkan hidup Kristen yang baik tanpa pernah memberitakan Injil, atau hanya memberitakan Injil tanpa menunjukkan kasih dan karakter Kristus. Tapi panggilan kita adalah melakukan keduanya mendeklarasikan/memberitakan dan menampilkan kristus bersama-sama.
Kita akan merenungkan dari kedua kata ini "Declare and Display Christ" di tambahkan dengan kata "Together"
1. DECLARE – Menyatakan/Memberitakan Injil dengan Mulut Kita
Ayat: Roma 10:14 (TB) "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?"
Berseru kepada Tuhan adalah tanda iman dan pengharapan yang dimana menunjukan pengakuan akan kebutuhan kita dan keyakinan akan kuasa-Nya. Iman tidak bisa muncul secara otomatis, perlu ada dasar pengenalan akan Kristus
Pengenalan akan Kristus tidak datang dengan sendiri, Roma 10:17 “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”.
Tuhan memilih kita untuk menjalankan perintah yaitu memberitakan Kristus, ingat Amanat Agung Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”
Penjelasan:
- Injil harus dinyatakan, bukan hanya disembunyikan,
- Tuhan memakai mulut kita untuk menjangkau mereka yang belum mengenal-Nya.
- Memberitakan/menyatakan Injil bukan hanya tugas penginjil, tapi semua orang percaya.
Berikut contoh praktis:
- Berani menceritakan kesaksian pribadi.
- Mengajak orang untuk mengenal Yesus melalui percakapan yang penuh kasih.
2. DISPLAY – Menampilkan Kristus Melalui Hidup Kita
Ayat: Matius 5:16 (TB) "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Kita sebagai orang percaya Kristus, harus menampilkan gaya hidup seperti Kristus, 1 Yohanes 2:6 mengatakan bahwa barangsiapa mengaku bahwa ia ada di dalam Kristus, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. dari ayat ini jelas bahwa jika seseorang mengaku mengenal Tuhan, ia harus meneladani kehidupan Kristus, yang dicirikan oleh kasih, ketaatan, dan kesucian.
Penjelasan:
- Hidup kita adalah cermin Kristus. Dunia melihat Kristus pertama kali melalui tindakan kita.
- Menampilkan Kristus berarti hidup dalam kasih, kesabaran, kebenaran, integritas, dan kuasa Roh Kudus.
- Terang harus dilihat—jadi hidup Kristen bukan disembunyikan, melainkan dinyatakan melalui perbuatan sehari-hari.
Demikian juga dalam 2 Korintus 3:3”Sebab, telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang di tulis oleh pelayanan kami, di tulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu dalam hati manusia.” di ayat ini sangat jelas bahwa kita adalah surat Kristus, yang nama nya surat kita akan di baca oleh setiap orang, oleh karena nya hidup kita harus sesuai dengan Firman Tuhan yaitu Kristus sendiri.
Contoh praktis:
- Memperlihatkan kasih kepada sesama di tempat kerja atau sekolah.
- Memberi pertolongan tanpa pamrih kepada mereka yang membutuhkan.
3. KETIKA DISPLAY dan DECLARE BERJALAN BERSAMA
Ayat: 1 Petrus 3:15-16 (TB) "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi harus dengan lemah lembut dan hormat..."
Yakobus 2:17 "Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati".
Penjelasan:
- Dunia akan bertanya saat mereka melihat ada pengharapan dalam hidup kita.
- Kesaksian hidup membuka pintu bagi kesaksian lisan.
- Kombinasi tindakan dan perkataan menghadirkan kesaksian yang kuat.
Seperti uang koin yang punya dua sisi, kesaksian Kristen yang efektif harus memiliki display dan declare. Jika hanya satu sisi, maka tidak lengkap.
Aplikasi:
- Evaluasi hidup kita: apakah terang kita bersinar? Apakah mulut kita bersaksi?
- Minta Roh Kudus menolong kita hidup autentik dan bersaksi dengan kasih.
- Evaluasi hidup kita: apakah terang kita bersinar? Apakah mulut kita bersaksi?
- Minta Roh Kudus menolong kita hidup autentik dan bersaksi dengan kasih.